Perjuangan yang dilandasi kebersamaan dan do’a.
Kisah ini terjadi pada tanggal 10 APRIL 2012 di sekolahku tercinta M3K. Sebuah cerita yang tak akan terlupakan oleh anak-anak AR-ROSYID.Kisah ini diawali dengan berbunyinya bel jam ke 7-8 yaitu dimulainya pelajaran bahasa arab dan yang mengajar adalah wali kelas kami sendiri. Setelah bel itupun bapak guru memasuki kelas dengan tidak melepas sepatunya,oh tidaaaaaaaaaaakkkk … !!!! . Waktu itu di kelas Cuma ada sekitar 3 anak dan pada saat itu juga diumumkan akan ada ujian harian,oh betapa kagetnya kami,selang 10 menit kemudian teman-teman yang dari masjid sudah berkumpul di dalam kelas,bisa dibayangkan ekspresi keterkejutan mereka. Yah apalh boleh buat kami dipaksa mengerjakan soal-soal tersebut tanpa persiapan sebelumnya. Wjah anak-anak Ar-Rosyid terlihat bingung dengan 2 kamus tebal2 di depan mereka,tapi percuma saja ada kamus tapi klo tidak berguna L . Lalu tidak cukup sampai disitu kunci kelaspun disita oleh wali kelas tanpa alasan. Akhirnya dengan wajah yang sangat terpaksa kami menyerahkan kunci tersebut antara rela dan tidak rela. Namun kami mencoba menghilangkan perasaan yang campur aduk tersebut,karena sepulang sekolah akan ada pertandinga basket dan sepak bola kami mencoba tenang.


